Menghubungkan Knowledge Management dengan Strategi Bisnis

Banyak organisasi berbicara tentang strategi. Tapi apakah pengetahuan sudah benar-benar menjadi bagian dari strategi itu? Artikel ini mengajak kita melihat hubungan antara Knowledge Management dan arah organisasi.
Share

Klien : Kami sudah mengetahui dan mendengar tentang Knowledge Management. Saat ini kami sedang fokus untuk mengembangkan bisnis kami melalui serangkaian strategi bisnis. Dan sayangnya Knowledge Management belum menjadi prioritas kami.

Konsultan : Terima kasih atas waktunya. Kehadiran kami disini memang untuk hal tersebut. Kami ingin membantu perusahaan ini dalam mengembangkan bisnis. Kami setuju bahwa prioritas utama ialah mengembangkan bisnis melalui strategi bisnis. Kita akan menggunakan Knowledge Management sebagai kunci utama dalam mensukseskan strategi bisnis tersebut


Itulah rangkuman diskusi yang antara tim kami dengan Board of Director salah satu BUMN terbaik di bidang Inspeksi. Ada yang aneh? Ya, perkataan Board of Director tersebut adalah pandangan sebagian besar dari kita terhadap Knowledge Management (KM).

Inisiatif KM adalah bagian terpisah dari strategi bisnis yang urgensinya tidak terlalu penting dibandingkan dengan menyusun strategi bisnis, mensosialisasikannya ke seluruh karyawan dan tentu saja melaksanakannya untuk mencapai bisnis yang lebih besar lagi.

Disinilah kesalahan bermula.

Knowledge Management dan bisnis seringkali dipandang sebagai dua mahluk yang berbeda. Padahal KM ada karena kebutuhan bisnis dan begitupun sebaliknya.

Tidak hanya itu, KM sebenarnya adalah bagian terpenting dari strategi bisnis. Karl Erik Sveiby memberikan definisi yang menarik untuk disimak. “KM is the art creating value by leveraging intangible asset”. KM adalah seni menciptakan nilai tambah dengan meningkatkan intangible asset.

Kata kuncinya ialah nilai tambah (value). KM yang tidak berfokus pada nilai tambah bukanlah KM yang benar. Nilai tambah akan selalu dan pasti menjadi dasar dari apapun yang dilakukan KM.

Semua yang dilakukan oleh KM harus memiliki nilai tambah, entah itu berupa sharing, repository, community of practice, knowledge mapping atau apapun itu. Dan karena perusahaan adalah sebuah organisasi yang menjual nilai tambah, maka KM adalah strategi bisnis yang paling tepat untuk mengembangkan perusahaan.

Tanpa pengetahuan kita tidak akan bisa mengembangkan bisnis. Karenanya, jika kita ingin melakukan bisnis, maka langkah paling awal adalah penguasaaan terhadap pengetahuan penting bisnis tersebut. Hubungan ini lebih dikenal sebagai Knowledge – Strategy Link.

Lalu bagaimana jika kita ingin mengembangkan bisnis? Tahapan awal pasti dengan menyusun strategi yang dapat mencapai tujuan bisnis tersebut.

Dan bagaimana cara menerapakan strategi tersebut? Anda pasti tahu jawabannya. Tentu saja dengan menguasai pengetahuan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan strategi itu. Ini yang lebih dikenal sebagai Strategy – Knowledge Link.

Untuk lebih mudahnya saya akan jelaskan melalui gambar berikut:

Ketika kita melihat gambar tersebut akan semakin jelas kemana arahan KM selanjutnya.

Berawal dari bisnis yang sudah berjalan saat ini (current bussines result), kita membutuhkan pengetahuan untuk melakukan bisnis tersebut (current competencies).

Jika kita ingin mengembangkan bisnis dengan menyusun target baru (new business target) maka ada kesenjangan (gap) yang muncul. Ini disebut strategy gap.

Ketika ada target bisnis baru, maka pasti ada kebutuhan pengetahuan baru (competencies required by business) yang harus dimiliki untuk melakukan bisnis baru.

Dari sinilah muncul kesenjangan (gap) antara pengetahuan yang sudah ada dengan kebutuhan pengetahuan baru. Ini yang kita sebut sebagai knowledge gap.  

Inilah kerangka berpikir yang menjadi dasar dari KM. Pengetahuan (knowledge) harus sesuai dengan kebutuhan bisnis dan pengembangan pengetahuan pun harus sesuai dengan strategi pengembangan bisnis.

Dengan pola pikir ini, KM akan memberikan nilai tambah bagi perusahaan atau organisasi. Dasar pemikiran ini pula yang menjadi acuan untuk menjawab pertanyaan seberapa penting KM bagi perusahaan.

Karena pengetahuan sebagai aset utama bagi perusahaan, maka segala sesuatu yang berkaitan dengan pengelolaan pengetahuan (knowledge management) menjadi penting dan strategis.  

Jadi, pertanyaannya sekarang ialah, kapan kita harus menerapkan Knowledge Management? Saya akan menjawabnya dengan testimonial yang disampaikan oleh Board of Director dari perusahaan yang kita bahas di awal.

“Awalnya kami mengira KM hanyalah ide bagus, tetapi Anda meyakinkan kami bahwa KM berguna bagi bisnis dan sejak itu kami melihat banyak target bisnis yang dibantu oleh KM. Anda membuktikan pada kami bahwa KM memang untuk bisnis! 

Memahami Knowledge Management Framework: Kerangka Dasar Mengelola Pengetahuan di Organisasi

Prev

Knowledge Retention Strategy: Menjaga Pengetahuan Agar Tidak Hilang dari Organisasi

Next
Comments
Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *